Pages

Subscribe:

Popular Posts

Senin, 09 Januari 2012

materi pancasila

Oleh:
TOTOK SUMARHADI, S.Pd.
P4  (PEDOMAN, PENGHAYATAN   
 DAN
 PENGAMALAN  PANCASILA)

LATAR BELAKANG PERLUNYA P4
I.  Pengalaman  Sejarah.
      Dalam pasang surut sejarah pertumbuhan Bangsa Indonesia selama lebih tiga dasa warsa ( Tiga puluh ) merdeka mengalami berbagai Babakan sejarah .
 1). Pergolakan  Politik .
      Kebenaran Pancasila sebgai Dasar Negara di perdebatkan dalam sidang konstituante (di Bandung) karena adanya pikiran atau kelompok – kelompok tertentu untuk mengganti Pancasila dengan dasar yang lain .
      Bangsa kita dalam situasi Perpecahan dengan kemelut nasional terpaksa di akhiri dengan Dekrit Presiden RI  Tgl 5 juli 1959 dengan menyatakan berlakunya kembali UUD 1945 .
2). Pergolakan Bersenjata .
Ada pula masa / usaha – usaha ingin merubah Pancasila dengan cara pemberontakan – pemberontakan  senjata ,yang penyelesaiannya memakan waktu  bertahun- tahun dan banyak korban rakyat .
Pemberontakan yang berlarut –larut sehingga menghilangkan kesempatan bangsa Indonesia  untuk membangun untuk menuju masyarakat yang kita cita-citakan, yaitu masyarakat adil makmur materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila.
Pemberontakan – Pemberontakan antara lain:
1. Pemberontakan PKI di madiun 1948.
2. Pemberontakan DI / DI TII
3. Pemberontakan  G.30 SPKI Th 1965.
3).Pemutar  Balikan Pancasila  .
Setelah kita kembali ke Undang- Undang Dasar 1945 melalui Dekrit  Presiden 5 juli 1959  jalan lurus masih mendapat rintangan , yaitu dengan adanya pemutar balikan pancasila yaitu:
1.       Memberi arti kepada  Pancasila sebagai  “NASAKOM “ (Nasionalisme ,  agama, Komunis).
2.       Di tampilkannya pengertian “ Sosialisme  Indonesia “ sebagai markisme  yang di terapkan di Indonesia .
3.       Masing – masing kekuatan politik , golongan atau kelompok dalam masyarakat waktu itu telah memberi arti sempit kepada Pancasila untuk keuntungan dan kepentingan  sendiri.
Idiologi yang masuk ke Indonesia sebelum Orde Baru.
v  Komunisme.
v  Liberalisme.
v  Fasisme  dan Militerisme .
v  Pragmatisme
 1.Komonisme
Pelopor utama yang mengajarkan komonisme adalah : Karl Marx ( l8l8- l883), pemikir sosialisme radikal yang banyak menulis naskah di bidang : sosial dan ekonomi.
Ajaran Marx yang di sebut Markisme , di kembangkan oleh Lenin  menjadi  Marxisme – Leninisme , juga kemudian  oleh Stalin dijadikan dasar idiologi negara komonis .
Dengan demikian bahwa : Marxisme,  Leninisme adalah komonis yang bertentangan dengan Pancasila .
Pokok-Pokok  ajaran yang bertentangan dengan Pancasila
1.       Bersifat Atheisme : Ajaran yang yang di dasarkan atas kebendaan, maka komonis tidak percaya kepada Tuhan . Bahkan agama dikatakan sebagai racun masyarakat . Berarti ajaran tersebut bertolak belakang dengan Pancasila.
2.       Komunisme adalah Internasinalisme.  Pada prinsipnya  masyarakat komunis , dunia yang tidak  dibatasi oleh kesadaran Nasional  “ Kaum buruh diseluruh dunia, bersatulah”.komonis menghendaki masyarakat tanpa nasionalisme. Bertentangan dengan sila ke III.
3.        Komonisme membangun Negara  berdasarkan kelas.Perekonomian masyarakat yang ada selama ini tidak adil karena di  kuasai kaum kapitalis .Menurut komunis, keaadan  itu hanya mungkin dirombak  oleh  kaum proletar dengan  jalan mengadakan revolusi .Setelah revolusi berhasil proletar memegang kekuasaan  ditampuk pimpinan pemerintahan secara diktator  yang  mutlak ( diktator proletariat ). Hal ini bertentangan dengan Pancasila , Negara bukan untuk kelompok /kelas melainkan untuk seluruh rakyat .
Beberapa ciri khas ajaran komunis yang di terapkan PKI di Indonesia.
A.      Menciptakan situasi konflik dengan mengadu domba  beberapa pihak tertentu (pertentangan kelas).
B.      Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan sambil menteror , menculik , memfitnah, membunuh.
C.      Apabila  golongan komunis  sudah menganggap  dirinya kuat dan menguasai rakyat, ia akan mengambil jalan pintas untuk melakukan pemberontakan .Cara-cara  tadi bertentangan dengan  Pancasila tidak dilandasi dengan moral kemanusiaan . 
  2.Liberalisme.
 Ajaran  liberalisme  ini bertitik  tolak faham individualisme  yang mendasarkan hak dan kebebasan individual , yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat di ganggu siapapun  termasuk penguasa kecuali dengan persetuannya .
Pada  abad  X IX  faham individualisme  mengembangkan  kapitalis  yang eksploitatif penguasa alat produksi oleh para kapitalis dan pemerasan tenaga buruh yang tidak memiliki alat produksi .
Dalam perkembangan kapitalis  sudah menjalani berbagai penyesuaian  memikirkan jaminan sosial atau kesejahteraan buruh , bagi negara berkembang seperti Indonesia, faham liberalisme  yang individualistik  mudah menimbulkan AGHT ( Ancaman,  Gangguan ,Hambatan, Tantangan ).
Pengalaman sejarah Indonesia juga membuktikan bahwa praktek penerapan faham liberalisme  individualistik  di indonesia tidak membawa  manfaat bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
 3. Fasisme dan Militerisme.
Faham ini tidak begitu terkenal di tanah air kita tetapi kerawanan –kerawanan  yang terdapat dalam masyarakat  dan  menjadi peka  dan bahkan mengundang  perilaku, berpikir  fasisme.
Fasisme  pada dasarnya  mendambakan negara yang kuat, pemusatan kekuasaan tunggal membangun nasionalisme eklusif dan   mengandalkan kekuatan militer , menganggap rendah harkat martabat bangsa .
Bertentangan Pancasila sila I,II,dan IV

 4. Pragmatisme 
Perlu di ketahui bahwa pragmatisme  sebagai orentasi dibedakan  dengan cara  yang pragmatis .

Cara  yang pragmatis mengacu pada hal yang teknis saja . Sedangkan pragmatisme sebagai orentasi mengacu  pada sikap dan wawasan .
Sikap dan wawasan pragmatisme pada hakekatnya hanya menghargai manfaat dan memberikan hasil .
Sedangkan yang  di  maksud Pragmatisme adalah :Anti idiologi  dan mengaggap tidak ada gunanya  membicarakan idiologi Negara .
Pengalaman Pait  terletak
Kekuatan yang terletak pada keyakinan dan  kebenaran Pancasila  sebagai dasar Negara, dari pengalaman sejarah  telah terbukti di pertahankan oleh Rakyat Indonesia
Kelemahanya yang terletak pada belum di hayati dan di amalkannya Pancasila yang telah di pertahankan.
II. MENGEMBAN TUGAS  KE MASA DEPAN
Langkah-langkah: bertahap untuk  mendekati wujud masyarakat berdasarkan Pancasila yang di cita-citakan . Penanaman nilai kepribadian  dalam Pembangunan tapi Di bandingkan dengan negara maju masih ketinggalan .
Sebagai jawaban maka untuk membangun dengan cara membuka diri kerja sama dengan luar negeri, ini berarti kita bukan saja menyerap :
a.       Masuknya modal .
b.      Masuknya Teknologi .
c.       Masuknya Ilmu Pengetahuan dan ketrampilan  melainkan akan terbawa Masuk ke negara kita .
d.      Nilai – nilai sosial dan  Politik yang berasal dari kebudayaan lain (Dari luar).
Yang paling penting kita bisa menyaring   dari luar negeri  dan nilai- nilai yang ada di Indonesia sesuai kepribadian kita Pancasila.



     A. Pergantian generasi .
Pergantian generasi merupakan proses secara berlangsung dan secara alami ,Generasi yang akan datang mempunyai arti khusus, karena generasi baru tidak langsung perjuangan kemerdekaan ini ,Pengalaman tantangan dan jawaban terhadap masalah–masalah pokok yang berlainan melahirkan tanggapan berbeda mengenai cita- cita kemerdekaan,Yang paling penting bagaimana generasi melahirkan Indonesia merdeka menunjukan meneruskan menerima nilai-nilai menjadi cita-cita kemerdekaan terhadap generasi muda dan dalam kehidupan sehari-hari .
     B. Babak Pembangunan.
Menurut GBHN untuk mewujutkan landasan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila di butuhkan 5-6 kali tahapan pembangunan lima tahunan . Karena repelita ada di tengah-tengah perjalanan pembangunan jangka panjang,Untuk menjamin arah yang benar ini maka Pancasila harus makin kita wujutkan dalam kehidupan sehari – hari .
    C. Perkembangan Dunia .
Perkembangan dunia dewasa ini sangat cepat dan mendasar ,Perebutan pengaruh oleh kekuatan–kekuatan besar dunia, masih berlangsung terus antara lain dengan menggunakan cara penyusupan idiologi,Untuk mengatasi dan melawannya, kita harus selalu menghayati dan mengamalkan Pancasila dengan benar.
     D. Perwujudan Pancasila sebagai Panggilan Sejarah.
Pengalaman sejarah kita sendiri di masa silam, dan tugas sejarah yang kita emban ke masa depan melahirkan kesadaran kita, bahwa Pancasila betul- betul kita  hayati dan kita amalkan . Maka dari itu perlu adanya kesatuan bahasa, kesatuan pandangan , dan kesatuan gerak langkah dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam  kehidupan masyarakat dan negara secara nyata .
 III ASAL MULA PANCASILA
Menurut Prof.Dr. Drs Notonagoro, SH. Dalam buku  Pancasila secara ilmiah populer (1975) menyebutkan beberapa asal, atau sebab musabab mengapa Pancasila di pakai sebagai falsafah Negara .
Ditinjau secara Proses  kausalitas asal mula Pancasila ada dua Macam  
-        Asal mula Langsung
-        Asal mula Tidak Langsung.
     A. Asal mula langsung
Pancasila adalah asal mula langsung terjadinya Pancsila sebagai Dasar Filsafat negara yaitu : asal mula yang sesudah dan menjelang Proklamasi kemerdekaan yaitu sejak dirumuskan para pendiri negara sejak  BPUPKI pertama,Panitia sembilan dan sidang BPUPKI II serta sidang PPKIdan sampai pengesahan. 
      Pengertian secara ilmiah Filsafat: ada empat Yaitu:
1. Kausa Materialis.
2. Kausa Formalis .
3. Kausa Efficient.dan
4. Kausa Finalis.

     1. Asal mula  Bahan (kausa Materialis ).
Bangsa Indonesia adalah sebagai   asal dari nilai- nilai Pancasila, sehingga Pancasila pada hakikatnya nilai- nilai yang merupakan unsur - unsur Pancasila digali dari Bangsa Indonesia yang berupa nilai- nilai religius, yang terdapat dalam kehidupan sehari- hari Bangsa Indonesia. 
     2. Asal Mula Bentuk ( Kausa  Formalis ).
Asal mula bentuk dan bagaimana bentuk Pancasila di rumuskan, sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD 1945 . Maka asal mula bentuk Pancasila adalah Ir.Soekarno bersama - sama Drs. Moh. Hatta serta anggota BPUPKI lainnya merumuskan dan membahas Pancasila terutama, bentuk , rumusan serta nama Pancasila.
     3. Asal Mula Karya (Kausa Effisien
Asal mula karya yaitu:Yang menjadikan Pancasila dari calon dasar negara menjadi Dasar Negara yang sah.Adapun asal mula karya  adalah PPKI sebagai pembentuk Negara dan kuasa mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara setelah dilakukan pembahasan sidang BPUPKI ,maupun  Panitia sembilan 
     4. Asal Mula Tujuan ( Kausa Finalis ).
Pancasila di rumuskan dan dibahas dalam sidang-sidang para pendiri Negara, tujuannya adalah untuk dijadikan sebagai Dasar Negara. Karena asal mula tujuan tersebut adalah anggota BPUPKI dan Panitia sembilan termasuk Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta yang menentukan tujuan rumusan, sebelum ditetapkan oleh PPKI sebagai dasar yang sah . Dan para pendiri negara tersebut berfungsi sebagai kausa sambungan karena merumuskan dasar filsafat.   


B. Asal mula Tidak Langsung
Berarti bahwa, asal mula nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam adat istiadat, budaya,serta nilai-nilai agama Bangsa Indonesia. Sehingga dengan demikian asal mula tidak langsung terdapat pada kepribadian serta pandangan hidup sehari- hari Bangsa Indonesia .  
Pancasila Tidak Langsung Bila dirinci sbb:
1.       Unsur- unsur Pancasila tersebut sebelum secara langsung dirumuskan menjadi dasar filsafat negara , nilai- nilainya yaitu :Nilai ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan dan telah ada tercermin dalam kehidupan sehari hari, sebelum membentuk Negara .
2.       Nilai- nilai tersebut terkandung dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum  membentuk Negara, yang berupa nilai adat istiadat, kebudayaan, serta relegius dan semuanya itu menjadi pedoman dalam memecahkan problema kehidupan.
3.       Dapat disimpulkan bahwa asal mula tidak langsung,Pancasila pada hakikatnya Bangsa Indonesia sendiri atau dengan kata lain Bangsa Indonesia sebagai kausa Materialis. 
LANDASAN YURIDIS PENDIDIKAN PANCASILA .
1.       UUD 1945 Pasal  31 ayat 1 yang isinya adalah :Bahwa setiap warga negara berhak mendapat Pendidikan .
2.       Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi  no 38 /Dikti /Kep/2002 tentang pelaksanaan mata kuliah Pengembangan kepribadian di Perguruan Tinggi .
3.       UU Republik Indonesia no 20 Tahun 2003 sistem pendidikan Nasional (Pendidikan Pancasila  secara Eksplisit tidak tercantum didalamnya sebagai bagian dari mata kuliah pengembangan kepribadian  (MPK ).
                Pancasila tetap menjadi landasan filosofi bagi sistem Pendidikan nasional
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL .
Berdasarkan pasal 3 ayat 2 keputusan Dirjen Dikti  no 38 /DIKTI /Kep/2002 yaitu: tentang kompetensi mata kuliah pengembangan kepribadian adalah :  
a.              Menguasai kemampuan berfikir, Bersikap rasional dan dinamis, serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual dengan cara mengantarkan mahasiswa
b.             Agar memiliki kemampuan untuk mengambil sikap bertanggung jawab sesuai hati nuraninya.
c.              Agar memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan, serta cara-cara pemecahannya.
d.             Agar mampu mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni, budaya.
e.             Agar mampu memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan bangsa indonesia.
INTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NO 12 TH 1968.
Lahirnya intruksi Presiden RI No 12 TH 1968. berarti menguatkan keberadaan pancasila yang isinya menyebutkan bahwa Pancasila yang sesuai adalah Pancasila yang tata urutan atau rumusan sila-silanya pada alinia ke 4. Pembukaan UUD 45. yang dimaksud dengan Pancasila adalah:
1.       Ketuhanan yang Maha Esa.
2.       Kemanusiaan yang adil dan beradap
3.       Persatuan Indonesia
4.       Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Selain itu tujuan Inpres adalah untuk mendapatkan keseragaman dalam penulisan pengucapan Pancasila yang sesuai dipergunakan. Bahwa Bangsa Indonesia dalam perkembangan kehidupan bernegara telah mempergunakan tiga macam UUD :
-      UUD ’45
-      Konstitusi RIS 1949 dan
-      UUD Sementara 1950.